Editorial Policy
Kebijakan Editorial
Modulo: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika menerapkan kebijakan editorial untuk menjaga kualitas ilmiah, konsistensi proses penerbitan, transparansi pengambilan keputusan, dan integritas publikasi.
1. Cakupan Editorial
Naskah yang dipertimbangkan untuk diterbitkan harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Modulo: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika. Naskah yang tidak memiliki keterkaitan yang jelas dengan bidang pendidikan matematika dapat ditolak pada tahap pemeriksaan awal.
2. Pemeriksaan Awal Naskah
Setiap naskah yang masuk akan diperiksa oleh editor sebelum dikirim kepada reviewer. Pemeriksaan awal mencakup kesesuaian dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, kelengkapan unsur naskah, kepatuhan terhadap pedoman penulisan, kejelasan kontribusi ilmiah, serta indikasi awal pelanggaran etika publikasi.
Editor berhak mengembalikan atau menolak naskah tanpa proses penelaahan sejawat apabila naskah tidak memenuhi persyaratan dasar jurnal.
3. Penelaahan Sejawat
Naskah yang memenuhi persyaratan awal akan diteruskan ke proses penelaahan sejawat (peer review). Reviewer dipilih berdasarkan kesesuaian bidang keahlian dengan substansi naskah dan diharapkan memberikan evaluasi yang objektif, konstruktif, serta didukung alasan akademik.
Ketentuan lebih rinci mengenai mekanisme penelaahan akan dijelaskan pada halaman Peer Review Process.
4. Keputusan Editorial
Keputusan terhadap naskah didasarkan pada hasil pemeriksaan editor, rekomendasi reviewer, kualitas metodologis, kejelasan argumentasi, kebaruan atau kontribusi ilmiah, relevansi dengan bidang pendidikan matematika, serta kepatuhan terhadap etika publikasi.
Keputusan editorial dapat berupa:
- diterima;
- revisi minor;
- revisi mayor;
- dikirim kembali untuk penelaahan;
- atau ditolak.
Keputusan akhir penerbitan berada pada Editor-in-Chief atau editor yang diberi kewenangan sesuai dengan kebijakan jurnal.
5. Independensi Editorial
Keputusan penerbitan dilakukan berdasarkan pertimbangan akademik dan tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan pribadi, institusi, finansial, atau hubungan profesional yang dapat menimbulkan konflik kepentingan.
6. Konflik Kepentingan
Editor dan reviewer harus menyatakan apabila memiliki konflik kepentingan dengan penulis, institusi, sumber pendanaan, atau substansi penelitian yang dapat memengaruhi objektivitas penilaian. Apabila konflik kepentingan ditemukan, penanganan naskah harus dialihkan kepada pihak lain yang lebih independen.
7. Kerahasiaan Naskah
Naskah yang sedang dalam proses editorial diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Editor, reviewer, dan pihak yang terlibat dalam proses penerbitan tidak diperkenankan menyebarkan atau menggunakan isi naskah untuk kepentingan pribadi sebelum naskah diterbitkan.
8. Revisi Naskah
Penulis wajib menanggapi komentar reviewer dan editor secara sistematis. Setiap perubahan penting pada naskah sebaiknya disertai penjelasan yang memadai. Editor dapat meminta revisi tambahan apabila perbaikan yang dilakukan belum menjawab persoalan substantif.
9. Orisinalitas dan Integritas Akademik
Jurnal hanya mempertimbangkan naskah yang merupakan karya asli dan tidak sedang diproses untuk diterbitkan pada jurnal lain. Dugaan plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi, duplikasi publikasi, manipulasi sitasi, atau bentuk pelanggaran integritas lainnya akan ditangani sesuai dengan kebijakan etika publikasi jurnal.
10. Kesalahan dan Perbaikan Pascapublikasi
Apabila ditemukan kesalahan substantif setelah artikel diterbitkan, jurnal dapat menerbitkan koreksi, klarifikasi, atau melakukan tindakan editorial lain sesuai dengan tingkat kesalahan dan dampaknya terhadap validitas artikel.
11. Pengaduan dan Banding
Penulis dapat mengajukan banding terhadap keputusan editorial apabila memiliki alasan akademik yang jelas. Pengaduan atau banding akan ditinjau secara objektif dan tidak menjamin perubahan terhadap keputusan sebelumnya.
12. Perubahan Kebijakan Editorial
Modulo: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dapat memperbarui kebijakan editorial sesuai dengan perkembangan jurnal, standar publikasi ilmiah, serta kebutuhan peningkatan mutu penerbitan. Perubahan kebijakan akan diterapkan secara transparan pada proses editorial berikutnya.